fbpx
Indonesia's Largest Trade Show for Maritime & Offshore Industries.
Inamarine IndonesiaInamarine IndonesiaInamarine Indonesia
+622154358118
(8:30 am - 5:30 pm)
Open Map

Indonesia Leads the World’s Merchant Fleets in 2025

Indonesia Leads the World’s Merchant Fleets in 2025

Indonesia has emerged as the global leader in merchant fleets, boasting 11,422 ships, according to data from Visual Capitalist. This achievement highlights the nation’s growing role as a maritime powerhouse, capitalizing on its vast archipelagic geography and strategic position along key international trade routes. Indonesia’s dominance not only reinforces its economic influence across Southeast Asia but also strengthens its ports such as Jakarta, Surabaya, and Makassar as vital trade hubs in the Indo Pacific region.

Following Indonesia, China ranks second with 8,314 merchant ships, while Panama a country known for its global shipping registry comes third with 8,174 ships. Japan and Liberia complete the top five, each maintaining a strong presence in global maritime logistics. These nations together control a significant portion of the world’s commercial shipping capacity, essential for global trade and supply chain stability.

In Southeast Asia, Singapore also stands out with 3,202 ships, reaffirming its reputation as a global maritime and logistics hub. Alongside Indonesia, Singapore plays a critical role in regional shipping and trade, serving as a major connector between Asia, Europe, and the Americas. As maritime trade continues to expand, Southeast Asian cities are poised to further cement their positions at the heart of global commerce linking industries, economies, and people across oceans.

Indonesia Memimpin Armada Kapal Niaga Dunia pada 2025

Indonesia telah muncul sebagai pemimpin global dalam armada kapal niaga, dengan jumlah mencapai 11.422 kapal, menurut data dari Visual Capitalist. Pencapaian ini menegaskan peran Indonesia yang semakin besar sebagai kekuatan maritim dunia, memanfaatkan letak geografisnya yang berupa kepulauan luas serta posisinya yang strategis di jalur perdagangan internasional utama. Dominasi Indonesia tidak hanya memperkuat pengaruh ekonominya di kawasan Asia Tenggara, tetapi juga menjadikan pelabuhan-pelabuhan seperti Jakarta, Surabaya, dan Makassar sebagai pusat perdagangan penting di kawasan Indo-Pasifik.

Di posisi berikutnya, China menempati peringkat kedua dengan 8.314 kapal niaga, sementara Panama — negara yang dikenal dengan registri kapal globalnya — berada di posisi ketiga dengan 8.174 kapal. Jepang dan Liberia melengkapi lima besar, masing-masing tetap memiliki peran penting dalam logistik maritim global. Negara-negara tersebut bersama-sama menguasai sebagian besar kapasitas pengiriman komersial dunia, yang menjadi unsur vital dalam perdagangan global dan stabilitas rantai pasok.

Di kawasan Asia Tenggara, Singapura juga menonjol dengan 3.202 kapal, memperkuat reputasinya sebagai pusat maritim dan logistik global. Bersama Indonesia, Singapura memainkan peran penting dalam perdagangan dan pelayaran regional, menjadi penghubung utama antara Asia, Eropa, dan Amerika. Seiring dengan terus berkembangnya perdagangan maritim, kota-kota di Asia Tenggara semakin siap memperkokoh posisinya di jantung ekonomi global — menghubungkan industri, perekonomian, dan masyarakat lintas samudra.